Kamis, 24 Januari 2013

Sinopsis Novel-Refrain by Winna Efendi




 Refrain-Saat Cinta Selalu Pulang
Jumlah halaman: 317hlm
Penulis: Winna Efendi


Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, disetiap cerita harus ada yang terluka.
Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.
Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna. Kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.
***
Nika dan Nata adalah sahabat sejak kecil, keduanya saling mengenal sejak berumur lima tahun. Keduanya lalu beranjak dewasa, meskipun begitu mereka tetap saling memiliki. Hingga suatu hari ketika Annalise—seorang gadis keturunan Amerika Indonesia pindah ke SMU mereka kemudian menjalin ketiganya menjalin persahabatan bersama. Annalise yang tidak terbiasa bersahabat dengan seseorang merasa sangat memiliki Niki dan Nata. Namun sayangnya dalam persahabatan mereka tanpa disengaja Nata justru jatuh cinta kepada Niki, sedangkan Nata sendiri tidak tahu sejak kapan rasa itu tiba-tiba tumbuh. Dan tanpa disadari oleh ketiganya ternyata rasa itu juga tumbuh di dalam hati Annalise. Annalise mencintai Nata, sejak pertama kali melihatnya.
Lalu saat lomba basket antar SMU, Niki bertemu Oliver—pangeran sempurna yang selama ini dia impikan. Niki jatuh cinta kepada Oliver kemudian keduanya menjadi sepasang kekasih. Nata membenci saat-saat seperti itu, saat dimana Niki berjalan menjauh, saat dimana Niki tidak pernah lagi memeluk pinggangnya jika membonceng sepeda, saat mereka menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bercerita “ngalor ngidul” diatas trampoline. Tiba-tiba, suatu hari ketika Niki memasuki kamar Nata dia menemukan notes Nata dan Nata segera memberi tahunya bahwa Nata menyanyangi Niki. Dan satu-satunya hal yang dibenci Nata saat itu adalah ketika dia menyadari bahwa dia telah merusak segalanya. Niki bergerak menjauhi Nata, tidak tahu harus berbuat apa.
FAMOUS QUOTE:
Niki : “Diantara kita berdua siapa ya yang bakal jatuh cinta duluan? Kamu atau aku?”
      “Aku percaya Nata, kamu pasti bisa!”
      “Cuma gara-gara nggak ada dukungan moral? Nat, kamu harus naik ke panggung itu! Nyanyiin lagu kamu! Tunjukin kesemua orang kalau kamu mampu.”
      “Semua orang selalu bilang, cewek dan cowok nggak pernah bisa sekadar jadi sahabat.”
      “I’ve missed you”
Nata : “Gue sayang lo, Nik!”
      “Kalo tadi nggak ada lo, Nik.”
      “Di dunia ini nggak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama, yang ada juga nafsu atau suka pada pandangan pertama, yang lalu disalahatrikan sebagai cinta.”
      “Lagu-lagu yang tadi buat kepentingan sekolah. Tapi, yang ini gue mau nyanyiin buat lo.”
      “Gue sama Niki hanya sahabat, nggak lebih.”
      “Nik, gue pengen bilang sesuatu sama lo. Penting.”
      “Lo salah Nik. Yang duluan jatuh cinta diantara kita bukan lo, tapi gue.”
      “Yang gue tahu persahabatan itu nggak memilih. Persahabatan bukan didasari oleh gender, usia, motif, atau apapun itu. Persahabatan yang tulus nggak harus punya alasan.”
      “Apapun yang terjadi jangan pernah memperlakukan kami seperti orang asing lagi,”
      “Gue akan segera pulang. Dan, saat itu, gue nggak akan melepaskan lo lagi.”
      “Gue udah kembali, Nik.”
Annalise: “Pendapat orang kan beda-beda, Nik. Mungkin Nata orang yang realis, sedangkan perempuan kan lebih romantis.”
            “Aku tahu kamu sayang sama Niki—sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan.”
            “Pengagum pun harus ngerti fotografi untuk bener-bener bisa mengapresisasinya.”
            “Sometimes I really wish, I can see more of my mother in person than in those magazine covers.
            “Yes they are remarkable friends.”
            “We’ll always have each other. Kita bertiga.”
Danny: “Kamu dan Niki adalah dua orang yang penting buat adikku.”
Tante Nadja: “Hadiah itu nggak sama dengan kehadiran kamu, Vidia. Kamu bukan hanya seorang fashion designer dan model, tapi juga seorang ibu. Anna juga butuh kamu.”
            “Segala sesuatu tentang hidup adalah pilihan, Anna.”
Klaudia : “Nggak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, Kak. Yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.”
sumber gambar : goodreads.com